Change Language

Biang Kerok Konflik Hindu-Islam di India Makin Sering Terjadi?

 

sumber : islami.co

India, belakangan ini, menjadi sorotan usai sejumlah insiden melibatkan pertikaian kelompok antar-agama. Pengamat menilai kebijakan yang diskriminatif menjadi penyebab konflik kerap pecah.
Terbaru, dua warga Muslim memenggal kepala penjahit Hindu karena dianggap mendukung Juru Bicara Partai Bharatiya Janata (BJP), Nupur Sharma, yang diduga menghina Nabi Muhammad.

Ketika itu, Sharma menyinggung soal hubungan Nabi Muhammad dengan istrinya di sebuah televisi.

Setelah komentar Sharma, demonstrasi meluas di hampir seluruh penjuru India. Banyak warga yang menuntut politikus BJP dihukum sesegera mungkin.

Insiden pemenggalan itu bermula saat korban menyuarakan dukungan terhadap penghinaan nabi. Sejak saat itu, ia kerap menerima ancaman pembunuhan.

Di suatu hari, dua penyerang datang ke toko tempat ia menjahit. Mereka menyamar sebagai pelanggan kemudian menyerang korban menggunakan pisau besar.

Sesaat kemudian, polisi bergegas ke lokasi. Pemerintah juga mengerahkan aparat tambahan untuk memastikan keamanan.


Mencegah konflik semakin meluas, pihak berwenang juga menerapkan aturan ketat bak lockdown. Di antaranya aturan jam malam dan pembatasan akses internet.

Menanggapi kasus pemenggalan kepala penjahit Hindu dan konflik yang kerap terjadi belakangan ini, pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia, Yon Machmudi, tak melihat ada gejala radikalisme maupun terorisme di India.

"Yang ada adalah buruknya hubungan antara kelompok Muslim dan Hindu yang dipicu sentimen keagamaan dari elite politik di India,"ujar Yon saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Kamis (30/6).

Ia menilai pemicu konflik komunal di India justru kebijakan diskriminatif, yang tak merangkul semua golongan. Dengan demikian, tindakan kekerasan dan aksi balas dendam sering terjadi di luar batas kewajaran dan mengerikan.

Fenomena tersebut, lanjut Yon, bukan dipicu jaringan terorisme namun lebih sebagai kejadian lokal karena konflik komunal yang sudah akut.

Yon Machmudi juga menduga konflik antar agama itu tampaknya berkaitan erat dengan penggunaan identitas agama untuk menggaet suara dalam pemilu bagi partai berhaluan kanan di India.

India memasuki tahun politik pada 2022 ini menyambut pemilihan umum pada Agustus mendatang.

Senada dengan Yon, pengamat hubungan internasional dari Universitas Islam Negeri Jakarta, Ubaedillah, menilai partai berkuasa di India saat ini, BJP, memiliki kecenderungan anti-Islam.


"Mendekati Pemilu, partai berkuasa ingin membangun solidaritasnya dengan membawa jargon sentimen agama. Memang mengkhawatirkan, agama dibawa sebagai identitas politik itu akan berbahaya," jelasnya.

Partai BJP disebut menerapkan nasionalisme Hindu. Asian Studies melaporkan, partai BJP juga disebut masih menggunakan retorika nasionalis, termasuk para pemimpin yang menyerukan pengusiran Muslim dari daerah mayoritas Hindu dan pengkritik Modi untuk pindah ke Pakistan.

Menurut laporan Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS) kebijakan diskriminatif itu berupa amandemen undang-undang kewarganegaraan nasional yang dianggap mendiskriminasi umat Islam, dan penghapusan ketentuan otonomi yang diberikan ke Jammu dan Kashmir, satu-satunya negara bagian mayoritas Muslim di India.

Kemudian serangan main hakim sendiri terhadap Muslim yang menjual atau mengonsumsi daging sapi, yang dilarang di sebagian besar India, dan penegakan peraturan yang mempersulit perkawinan antara umat Hindu dan Muslim.

Selain faktor politik, Yon menerangkan dari sisi sejarah hubungan antara Muslim di India juga tak harmonis. Pada 1992, terjadi penghancuran Masjid Babri di negara bagian Uttar Pradesh, kota Ayodya . Kerusuhan tersebut mencuat usai rapat politik organisasi ultranasionalis Hindu.

Setelah penghancuran masjid itu, umat Muslim menyerukan balas dendam dan menyerang puluhan kuil Hindu di Pakistan. Tercatat sekitar 30 kuil diluluh-lantakkan.

Pakistan merupakan rumah bagi sejumlah situs suci bagi umat Hindu.

Bukan karena Radikalisme
Sementara itu, pengamat kajian Asia Selatan dari Universitas Indonesia, Rizali Indrakesuma, menilai kejadian pemenggalan bukan penjahit Hindu oleh warga Muslim bukan karena radikalisme.

Menurutnya, oknum-oknum beragama Islam yang berhaluan radikal ada di berbagai pelosok dunia.

"Saya belum yakin bahwa oknum-oknum beragama Islam yang membunuh penjahit beragama hindu di negara bagian Rajasthan itu melakukan tindakan karena pandangan radikal," jelas Rizali.

Ia menegaskan sekarang belum tepat untuk menyimpulkan hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Ada baiknya, menunggu investigasi selesai, kata dia.

Selain itu, Rizali tak menampik kehadiran orang yang disebut radikal Islam di India. Namun, ia mengatakan jumlah kelompok itu hanya sedikit dan belum melangkah ke tindakan terorisme.

Pemerintah India, lanjutnya, cukup ketat memantau pergerakan kelompok radikal agar tak sampai melakukan aksi terorisme atau kekerasan.

"Tak ada kawasan khusus di India yang dianggap sebagai sarang kaum Islam radikal. Mereka bisa berada di mana saja di India," ujarnya.

Konflik yang melibatkan kelompok antar-agama bukan kali pertama terjadi.

Sebelumnya, sejumlah ekstremis Hindu yang berniat menghancurkan Taj Mahal karena bangunan itu diyakini berdiri di atas Kuil Siwa.

Kasus lain, aparat kepolisian yang menghancurkan rumah penduduk karena diduga mereka beragama Islam usai bentrok Muslim-Hindu tak lama setelah festival Ram Navara berlangsung.

Lalu, ada pula pengadilan di India menilai memakai hijab bukan prinsip penting dalam Islam. Putusan itu muncul usai beberapa mahasiswa Muslim menuntut hak mereka mengenakan hijab di kampus Karnataka.

Kasus sentimen agama yang terus mencuat dan kerap kali menyasar warga Muslim terjadi saat Narendra Modi menjadi perdana menteri.

Sebuah laporan bahkan menyebut, Modi telah mengubah India menjadi nasionalis hindu (Hindutva).

Berkaitan dengan sebutan itu, Rizali tak sepakat. Ia menilai Modi tak mengubah India menjadi Hindutva namun melakukan hal lain.

"Beliau [Modi] melakukan pembiaran terselubung atas berbagai gerakan ultra nasionalis Hindu di India," jelas Rizali.

Pembiaran terselubung secara resmi menyatakan kecaman terhadap tindakan kekerasan oleh oknum-oknum Hindu kepada orang-orang Islam.

"Tetapi tidak terlalu antusias untuk melakukan investigasi atas kasus-kasus kekerasan tersebut. Seperlunya saja," ucap dia lagi.

Rizali juga tak sepakat konflik Hindu-Islam di India berkaitan dengan Pemilu.

"Partai penguasa saat ini, BJP, masih mayoritas di banyak negara bagian dan kemungkinan besar akan menang lagi," pungkasnya.

Orang-orang mengarak jenazah seorang penjahit beragama Hindu, Kanhaiya Lal, yang tewas usai dipenggal dua pria karena mendukung pernyataan politikus partai berkuasa, BJP, yang menghina Nabi Muhammad beberapa waktu lalu.

Jenazah Kanhaiya Lal hendak dikremasi, sehari setelah dua pria Muslim mengunggah video yang mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhannya, di Udaipur di negara bagian Rajasthan, India, 29 Juni 2022. Kedua pria itu telah ditahan polisi India.


Ratusan warga turut menghadiri proses pemakaman Kanhaiya Lal di Udaipur meski pemerintah setempat telah melarang aktivitas kerumunan, menerapkan jam malam, dan memblokit internet demi mengantisipasi bentrokan lebih lanjut antara umat Muslim dan Hindu yang belakangan terus memanas. AFP melaporkan bahwa aturan ketat itu mencakup penetapan jam malam bagi 450 ribu penduduk yang tinggal di Udaipur


India juga telah mengerahkan ratusan polisi mengamankan Udaipur di tengah penerapan jam malam dan pembatasan gegara kasus pemenggalan tersebut

Menteri Kepala Rajasthan, Ashok Gehlot, meminta warga untuk tak membagikan video pemenggalan sang penjahit yang tersebar di media sosial. Gehlot khawatir video itu akan "memicu motif para penyerang untuk menciptakan gesekan di tengah masyarakat." 

Sepuluh hari usai korban mengunggah dukungannya soal komentar Sharmadi media sosial, kedua pelaku merangsek toko jahitnya dengan menyamar sebagai pelanggan. Tak lama, kedua pelaku menyerang korban dengan pisau besar.

Para pelaku mengabadikan aksinya memenggal sang penjahit dalam rekaman video. Video mengenaskan penuh darah itu beredar di media sosial hingga viral


cukup sekian dari mimin semoga artikel ini bermanfaat buat kalian semoga kericuhan antar umat beragama segera membaik dan terimakasih sudah mampir ke web kami semoga kalian diberi kesehatan serta dilimpahkan rezekinya aamiin 

assalamualaikum wr wb 😇





















Share:

Simak Pelanggar Lalu Lintas yang Di sasar Tilang Elektronik Ponsel

sumber : motorplus

Kepolisian mulai menerapkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile memanfaatkan ponsel atau handphone. Penindakan dilakukan menyasar beberapa jenis pelanggaran lalu lintas, khususnya di tempat yang tidak terjangkau oleh ETLE statis. 

Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Made Agus Prasatya menyatakan bahwa penindakan menggunakan ETLE mobile sudah dilakukan di sejumlah wilayah, seperti di Polda Sumatera Selatan dan Jawa Tengah. 

“ETLE Mobile di Polda-Polda. Polda Jawa Tengah dengan total 700 unit kamera HP,” katanya, dilansir dari NTMC Polri (28/6/2022)

Agus menyampaikan, pelanggaran yang menjadi incaran petugas yang dibekali ETLE Mobile, adalah yang kasat mata. Misalnya, tak memakai sabuk pengaman bagi pengendara roda empat dan tidak memakai helm bagi pengendara roda dua. Kemudian, pengendara motor berbonceng tiga, pengendara yang masih di bawah umur, melebihi batas kecepatan, pengendara terpengaruh alkohol/mabuk, dan berkendara dengan melawan arus. 

Cara kerjanya, petugas kepolisian akan berboncengan naik sepeda motor. Mereka berkeliling ke wilayah yang tidak tersedia ETLE statis. Kemudian, Petugas yang dibonceng akan memotret para pelanggar lalu lintas.

Berikut besaran denda tilang elektronik via ponsel yang harus dibayarkan: 

- Melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan denda tilang elektronik Rp 500.000 atau pidana kurungan 2 bulan. 

- Tidak mengenakan sabuk keselamatan denda tilang elektronik sebesar Rp 250.000 atau kurungan penjara 2 bulan. 

- Melanggar batas kecepatan denda e-tilang Rp 500.000 atau kurungan 2 bulan. - Berkendara melawan arus didenda Rp 500.000 atau kurangan paling lama 2 bulan. 

- Menerobos lampu merah, denda e-tilang Rp 500.000 atau kurungan 2 bulan. 

- Tidak menggunakan helm atau helm yang digunakan tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) denda tilang elektronik Rp 250.000 atau penjara maksimal 1 bulan. 

- Berboncengan lebih dari 3 orang denda Rp 250.000 atau kurungan 1 bulan. 

- Berkendara dalam pengaruh alkohol atau mabuk, terancam denda Rp 3 juta atau kurungan paling lama satu tahun.

cukup sekian informasi dari mimin semoga bermanfaat buat kalian , dan terimakasih sudah mampir ke web kami wassalamualikum wr wb 


Share:

Seruan Boikot Netflix dan The Umbrella Academy Gegara Lafaz Allah di Lantai

 

Netflix dihadapkan dengan protes dan ancaman boikot imbas penayangan The Umbrella Academy 3. Salah satu adegan dalam serial terlaris Netflix itu dianggap bermasalah karena menyinggung umat muslim. Dalam adegan tersebut tampak lafaz Allah tertulis di lantai dan salah satu karakter tengah berdiri di lantai yang sama.
Kekecewaan dituliskan para penonton dan netizen di media sosial Twitter. Ada banyak protes ditujukan ke Netflix buat adegan ini. Secara langsung mereka yang kecewa menulis cuitan dan me-mention akun Netflix Indonesia, Netflix global, hingga akun resmi The Umbrella Academy.

Tagar The Umbrella Academy juga kini diwarnai dengan protes penonton. Ada pula yang terang-terangan menyuarakan boikot ke Netflix dan serial tersebut.

"Tolong lihat ini dan lakukan sesuatu! Ini sangat menghina Tuhan kami. Tolong hormati dan jangan letakkan lafaz Allah di lantai seperti itu!" tulis salah satu pengguna Twitter dengan menyebut akun Netflix di ujung tulisannya.

"Tolong hapus adegan ini. Allah itu nama Tuhan orang Islam. Sangat dilarang untuk diinjak atau bahkan ditulis di atas lantai karena ini nama suci," tulis netizen lain.

"Netflix bisa minta maaf atau menindaklanjuti ini? Menulis lafaz Allah di lantai benar-benar tidak bisa diterima dan menghina muslim serta agama kami. Boikot The Umbrella Academy!" tulis penonton berbeda.

Namun perdebatan antara warganet juga terjadi. Ada yang merasa hal tersebut bukanlah pelecehan. Ada pula yang mengembalikan tangkapan layar itu ke konteks adegannya.





"Yang marah-marah memang tahu konteks adegannya apa?" tanya salah satu netizen.

"Kita marah karena lafaz Allah-nya ditaruh di bawah. Nggak peduli konteksnya apa kek, kenapa harus ada lafaz Allah-nya. Itu protesan dari kita. Kalau mau ada lambang Islam, cukup bulan dan bintang," balas netizen lain.

"Kasih rating dan komen rendah di Netflix, sosial media terkait, atau rating di mana saja," tulis salah satu pengguna Twitter.

Belum ada komentar dari pihak Netflix mengenai adegan yang dipermasalahkan.

Bagaimana pendapat kalian tentang tayangan ini ? , karena agama itu bukan untuk di permainkan apalagi dijadikan figuran , cukup sekian dari mimin terimakasih telah mampir kedalam website kami 
wasalammualaikum wr.wb














Share:

Beli Pertalite Dan Solar Wajib Daftar Mulai 1 Juli 2022

sumber : Ayo Bandung
PT PERTAMINA PATRA NIAGA mewajibkan masyarakat mendaftarkan terlebih dahulu sebelum membeli bahan bakar minyak ( BBM )  jenis pertalite dan solar pada tanggal 1 juli 2022.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution mengatakan masyarakat bisa melakukan pendaftaran di aplikasi digital MyPertamina dan website MyPertamina.

"Kami menyiapkan website MyPertamina, yakni https://subsiditepat.mypertamina.id/ yang dibuka pada 1 Juli 2022," ungkap Alfian dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (28/6).

Ia menjelaskan pihaknya berinovasi untuk melakukan uji coba penyaluran BBM subsidi itu bagi pengguna yang berhak. Hal itu untuk memastikan mekanisme penyaluran tepat sasaran.
Nantinya, masyarakat bisa melakukan pendaftaran di aplikasi atau website MyPertamina. Setelah itu, manajemen akan mengonfirmasi apakah kendaraan yang didaftarkan berhak untuk mendapatkan Pertalite atau Solar.

Jika sudah terkonfirmasi, pengguna akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukkan bahwa data mereka cocok. Dengan demikian, pengguna bisa membeli Pertalite dan Solar.

"Yang terpenting adalah memastikan menjadi pengguna terdaftar di website MyPertamina, jika seluruh data sudah cocok, maka konsumen dapat melakukan transaksi di SPBU dan seluruh transaksinya akan tercatat secara digital," jelas Alfian.

Pertamina berencana melakukan uji coba tahap awal di beberapa kota/kabupaten yang tersebar di lima provinsi, yakni Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan Yogyakarta.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menargetkan konsumsi Pertalite dan Solar turun 10 persen dengan pembatasan pembelian dua jenis BBM subsidi tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menegaskan bahwa pembatasan pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar tertuang dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM.

"Bisa lah mengejar efisiensi turun 10 persen, kurang lebih begitu supaya tepat sasaran," ungkap Tutuka.

Ia mengatakan inti dari revisi perpres itu adalah meminta masyarakat mampu untuk tidak membeli Pertalite sebagai BBM penugasan.

Begitu juga bagi pelaku industri yang dilarang untuk membeli Solar bersubsidi.

"Intinya bagi yang beruntung itu membantu yang tidak beruntung, jangan justru memanfaatkan juga kondisi sekarang ini, satu itu untuk Pertalite dan untuk Solar juga jangan dipakai oleh yang tidak berhak," pungkas Tutuka.




Share:

Kecelakaan Tol Cipularang Beruntun Libatkan 17 Kendaraan


gambar sumber : Tribunnews,com

Kecelakaan beruntun yang melibatkan 17 kendaraan terjadi di ruas Tol Cipularang km 92 arah Jakarta. Kecelakaan ini berawal dari Bus yang mengalami rem blong lalu menabrak sejumlah kendaraan di depannya.
PT Jasa Marga melalui keterangan tertulisnya, Senin (27/6/2022) menyebut kecelakaan terjadi di KM 92 arah Jakarta pada Minggu (26/6) pukul 20.20 WIB. Saat itu kondisi lalu lintas padat.

Pukul 20.20 WIB
Kecelakaan Tol Cipularang ini bermula saat Bus Laju Prima B 7602 XA dari arah Bandung menuju Jakarta menabrak beberapa kendaraan di depannya. Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Ruas Tol Cipularang AKP Denny Catur mengatakan bus tersebut mengalami rem blong.


"Kendaraan bus Laju Prima diduga mengalami rem blong sehingga menabrak kendaraan di depannya," kata Denny.

Denny menyebut saat pada saat kecelakaan ini, lalu lintas dalam kondisi padat. Sehingga kecelakaan Tol Cipularang melibatkan banyak kendaraan.

   
360p geselecteerd als afspeelkwaliteit


"Kecelakaan beruntun ini melibatkan beberapa kendaraan sekaligus karena memang saat kejadian situasi lalu lintas sedang padat, mengingat hari Minggu biasanya terjadi peningkatan lalu lintas masyarakat yang dari Bandung menuju ke Jakarta," ujar Denny.

Pukul 21.50 hingga 23.34 WIB
Usai kecelakaan ini, lalu lintas di lokasi macet. Guna mengatasi macet, polisi melakukan rekayasa lalu lintas.

Polisi melakukan pengalihan arus pukul 21.50 hingga 23.34 WIB lalu lintas secara situasional, yaitu kendaraan yang menuju Jakarta dialihkan keluar Padalarang Timur, untuk kemudian dapat masuk kembali melalui Gerbang Tol Jatiluhur.

Pukul 01.17 WIB
Pada pukul 01.17 WIB lokasi kejadian telah bersih, lalu lintas kembali normal. Kendaraan terlibat kecelakaan dibawa ke Pool Derek Jatiluhur.

Polisi mengimbau pengguna jalan agar memperhatikan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Utamanya, kata Denny, keberfungsian rem.

"Kami mengimbau kepada para pengemudi bus agar selalu mengecek kondisi kendaraannya, terutama keberfungsian rem, menjaga kecepatan kendaraan dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas saat melakukan perjalanan, demi keamanan dan keselamatan bersama," tegas AKP Denny.

Berikut tayangan kecelakaan beruntun di tol cipularang  

Semoga korban kecelakaan di beri kesehatan dan semoga tidak ada korban jiwa aamiin 
Cukup sekian artikel dari mimin semoga informasi ini bermanfaat buat kalian , dan juga jika kalian sedang berada di luar jangan lupa baca doa terlebih dahulu , dan terus berhati hati kapanpun dan dimanapun kalian berada Terimakasih  



Share:

Pemerintah Siap Ganti Rugi Rp 10 Juta untuk Sapi yang Dimusnahkan Paksa Akibat PMK

sumber : detik.com

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto. PMK telah menyebar ke 216 kabupaten/kota di Indonesia dan menyebabkan 1.348 ekor hewan ternak mati.

Menanggapi rencana pemerintah pusat yang akan memberikan bantuan untuk sapi yang dimatikan paksa karena PMK, terutama bagi peternak UMKM. Wali Kota Malang Sutiaji akan menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) untuk melakukan pendataan hewan ternak yang dimatikan paksa akibat PMK.

Kemudian, terkait rencana bantuan ganti rugi dari pemerintah pusat untuk sapi yang dimatikan paksa tersebut, Sutiaji tentu akan menjalankan kebijakan dari pemerintah pusat tersebut. 

"Kita mengikuti aaja, tetapi di Kota Malang belum teridentifikasi kalau yang kemarin meninggal," ungkap Sutiaji hariJumat (24/6/2022).

Pihaknya pun mengaku hingga saat ini masih belum menerima rekap laporan secara detail dari Dispangtan Kota Malang terkait hewan ternak sapi yang dimatikan paksa akibat PMK. Karena, rekap laporan tersebut akan menjadi bahan laporan Sutiaji kepada pemerintah pusat.

"Belum detail kita. Di Kota Malang belum tahu saya laporannya berapa yang dipotong paksa. Kayaknya belum ada laporan," ujar Sutiaji.

Hanya saja, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ini menyampaikan bahwa untuk sapi yang mati karena PMK, jumlahnya hanya satu ekor dan merupakan kasus pertama di Kota Malang. Di mana terdapat seekor sapi yang mati dan ternyata terkena PMK.

Lebih lanjut, Pemkot Malang juga telah mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 236.552.000 untuk penanganan Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) yang menyerang hewan ternak di Kota Malang. Hal itu menjadi komitmen dari Pemkot Malang dalam mengatasi wabah PMK ini.

Sementara itu, berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh JatimTIMES.com, per Senin (20/6/2022) terdapat total 296 ekor sapi yang terjangkit PMK. Di mana sebanyak 96 ekor sapi sembuh, 1 ekor mati, 135 ekor dilakukan pemotongan paksa, serta 64 dalam proses pengobatan.

Share:

Kronologi Kasus Ahnaf Arrafif di Jambi, 10 Bulan Baru Sadar Suaminya Ternyata Wanita

sumber : Grid hot - grid.id

Warga Jambi digegerkan dengan pernikahan "sesama jenis". Ternyata, sang mempelai wanita (NA) tak sadar jika suaminya seorang perempuan meski sudah menikah 10 bulan. Begini kronologi kasus Ahnaf Arrafif alias "Erayani".

Kasus pernikahan "sesama jenis" ini meledak ketika diceritakan akun twitter @fashionkuStyle. Kronologi kasus Ahnaf Arrafif ini terungkap dari unggahan tersebut.

Dalam sebuah thread, Rabu (15/6/2022), pemilik akun mengaku sebagai korban dari mempelai perempuan atau selama ini disebut dengan inisial NA. Sementara Ahnaf Arrafif adalah pelaku.

Melalui thread yang sudah disukai 124 ribu kali pada Sabtu (18/6/2022), NA menjelaskan secara detail awal mulai berkenalan dengan seorang pria bernama Ahnaf Arrafif.

Berikut ini kronologi yang diceritakan dengan deretan bukti berupa tangkapan layar hingga foto sang suami.

Berkenalan di Aplikasi Dating

NA berkenalan dengan Arrafif melalui aplikasi dating, Tantan.  Pada awal berkenalan, Arrafif mengaku sebagai seorang mualaf dengan nama Petrus Gilbert Arrafif. Perkenalan terjadi pada 31 Mei 2021.

Selama berhubungan di aplikasi dating itu, Arrafif memperkenalkan sosoknya sebagai seorang dokter hingga pengusaha tambang. Ia juga mengaku ingin mencari wanita untuk dijadikan sebagai istri. Dari perkenalan selama dua pekan, Arrafif yang berasal dari Lahat mendatangi kediaman NA di Jambi. Arrafif datang dengan niat untuk melamar NA.

Saat melamar, Arrafif tak membawa identitas. Ia beralasan KTP miliknya sedang diperbaiki karena ingin mengubah namanya menjadi islami, dari Petrus Gilbert Arrafif menjadi Ahnan Arrafif.

NA bercerita bahwa Arrafif berada di Jambi selama sepekan. Bersama keluarganya, Arrafif membicarakan pernikahan. Bahkan, NA sempat videocall dengan sosok yang disebut sebagai orang tua angkat Arrafif bernama Syafni.

Mengaku Sang Ibu Meninggal

Dari komunikasi yang dilakukan sepekan di Jambi, diputuskan bahwa Arrafif akan balik ke Jambi dengan membawa keluarganya. Arrafif hendak melamar NA bersama keluarganya pada 9 Juli 2021. 

Dari rencana itu, keluarga NA pun mempersiapkan diri dengan memesan makanan. Tak ketinggaln sebuah tenda terpasang di depan rumahnya. Semua itu dipesan menggunakan uang dari keluarga NA.

Namun, Arrafif batal ke Jambi dengan alasan ibunya meninggal karena Covid-19. Alasan itu didukung dengan komuniikasi NA dengan sosok yang mengaku sebagai adik dan tante Arrafif.

Baru tanggal 12 Juli 2021, Arrafif akhirnya datang ke Jambi. Namun lagi-lagi, Arrafif datang tanpa membawa identitas yang sempat dijanjikannya.

Nikah Siri

Pada 18 Juli 2021, Arrafif meminta untuk nikah secara agama karena identitasnya belum jadi. NA yang sempat kaget kemudian menyanggupi atas dukungan dari om dan bibinya. Saat itu NA juga nikah tanpa didampingi sang ibu sang sedang sakit serta ayahnya sudah lama stroke.

Dalam thread itu, turut diunggah surat keterangan nikah dengan pelaksana bernama Imam Sarwono, serta saksi bernama Sholihin dan Muslim. Surat di atas materai itu ditandatangani Arrafif. Dalam surat itu tertulis profesinya sebagai dokter

Penipu Ulung

Setelah menikah, Arrafif yang awalnya mengaku sebagai dokter sekaligus pengusaha tambang justru terlihat seperti tak punya modal. 

Ia rutin meminta uang kepada NA dan ibu NA dengan alasan untuk pengobatan ayah NA yang sedang stroke. Bahkan, dalam thread itu disebut bahwa kerugian mencapai Rp300 Juta.

Sejak menikah, Arrafif dan NA tinggal bersama ibunya. Namun, lantaran sang ibu terus mendesak agar Arrafif menunjukkan identitasnya, serta meminta keluarganya segera ke Jambi, pasangan muda ini pindah ke rumah bibi NA.

Dalam berjalannya waktu, Arrafif bahkan sempat mengobati NA yang sakit, dengan memasang infus dan memasukkan dokter. Sementara untuuk meyakinkan warga, Arrafif yang memiliki suara pria pernah bertindak sebagai imam salat.

Dibawa Kabur ke Lahat

Desakan ibu NA kepada Arrafif tak terbendung. Pada 3 Desembebr 2021, ibu NA sampai mengundang ketua RT dan babinsa setempat untuk memaksa Arrafif menunjukkan kartu identitasnya. 

Arrafif kemudian berjanji bahwa identitasnya akan diberikan. Arrafif pun pergi ke Lahat bersama NA. Namun ketika momen itu terjadi, NA tak tahu akan diajak ke Lahat. Awalnya, Arrafif hanya mengajak untuk mencari sarapan.

Selama di Lahat, NA mengaku disekap Arrafif dan tak boleh menghubungi keluarganya di Jambi. Arrafif juga kerap mengajak NA untuk berkunjung ke lokasi wisata. Teman-teman Arrafif turut menutupi identitasnya sebagai seorang wanita.

Perjalanan Arrafif sebagai penipu akhirnya terkuak ketika ibu NA bersama petugas kepolisian mencari keberadaan NA di Lahat pada 2 April 2022 lalu. Akhirnya ketika sudah ditangkap, Arrafif diminta buka pakaian. Identitasnya sebagai seorang wanita akhirnya terbongkar.

NA kemudian menjelaskan hubungan sebagai seorang suami dan istri. Selama berhubungan badan, NA tak boleh diminta melihat secara langsung alat kelamin Arrafif. Matanya ditutup menggunakan kain.

Sementara di depan petugas kepolisian, NA mengaku menggunakan jari yang dimasukkan dalam Miss V istrinya. Hubungan suami istri itu juga selalu berlangsung dalam keadaan mati lampu.

Proses Hukum

sumber : Gramedia.com

Penipuan yang menimpanya sudah terbongkar sejak 2 April 2022 lalu. Namun, ia baru berani speak up setelah dua bulan karena tak puas dengan proses hukum yang berlaku. Arrafif yang ternyata bernama bernama Erayani hanya dikenai satu pasal.

"Udah kak, udah di tahan, pelaku cuma satu pasal yang dikenakan. Serasa tidak adil," kata akun @FashionStyle  saat menjawab pertanyaan warganet.

Ternyata, Arrafif dikenai pasal penipuan profesi. Dalam kasus ini, Arrafif mengaku sebagai dokter, padahal bukan siapa-siapa. NA yang tak puas meminta Arrafif mendapat hukum yang lebih berat karena sudah melakukan pemalsuan identitas hingga "merampok" uangnya dan keluarganya.

Bagaimana nih menurut kalian dari kejadian di atas , Sebelum ke jenjang yang lebih serius kalian harus tahu terlebih dahulu tentang pasangan kita , latar belakang keluarganya seperti apa , kepribadianya seperti apa , dan kalian juga jangan mudah tergiur dengan gelar atapun strata pangkat profesi , Carilah pasangan yang menurut kalian baik sayang kalian  dan keluarga kalian okeeyyy , segitu saran dari mimin Terimakasih 

wassalamualikum wr.wb 



Share:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Marketing Jakarta


Marketing Permadani



Marketing Jawa

Populer